Jumat, 19 September 2008

SATU, ONE, SIJI, SETONG

"Satu tahun yang lalu"

Tidak seperti hari biasanya pagi buta itu, aku dengan semangat mengeluarkan mobil dari garasi belakang rumah. Saya basuh mukanya dengan air satu ember dan bergegas ke rumah sakit Harapan Kita Jakarta. Campur aduk pikiranku antara, rasa senang, rasa khawatir, dan rasa-rasa yang lain terlintas semua di pikiranku walaupun hanya sekejab.

Tanpa terasa ban mobil sudah sampai di pelataran Rumah Sakit itu, "kiri-kanan, stop" kalimat dari juru parkir yang terdengar di telingaku. Kuinjak rem dan kumatikan mobil.

Aku segera berlari ke depan pintu "Mawar", dimana istriku berada. Sudah beberapa dokter melakukan visitasi ke los mawar saat aku sampai sana.

"Tenang pak, mungkin kita kloter ke lima" aku dikagetkan suster yang sejak tadi memperhatikan kegelisahanku. Aku hanya tersenyum.

Tak berapa lama dua orang suster menghampiri istriku sambil berkata, "hayo kita berangkat". Waduh, dadaku terasa sesak, aku gak tahu kenapa hal itu terjadi. Aku, ibu dan beberapa saudara mengikuti istriku yang terbaring di dorong ke ruang operasi.

Ruang operasi rupanya sangat dingin, mungkin 5-10 derajat celcius. Sampai aku menggigil dibuatnya. Aku duduk diruang tunggu (didalam kamar operasi). Aku liat disebelahnya ada bayi yang sumbing, dada ku tambah sesak. Setelah aku ajak istriku berdo'a, aku keluar dari ruang operasi dan menunggu di luar bersama saudara-saudaraku.

Aku sakit perut, berdebar-debar, sakit kepala, mual, keringat dingin, lemes dibuatnya tatkala istriku sendirian diruang operasi. Mungkin hal itu karena kekawatiranku akan keselamatan istriku. Waktu terasa lama, terasa jam tidak bergerak. Sampai waktu menunjukkan pukul 10.15 menit aku dikagetkan oleh panggilan namaku dari dalam ruang operasi.

Aku beranjak masuk ruang itu, aku dikagetkan oleh seorang bayi dalam inkubator yang didorong keluar dari ruang operasi. Saya liat bibirnya sumbing. "Ini anak saya" saya tanya ke suster " Bukan pak jawabnya". Belum hilang kagetku, aku dipanggil suster. "Pak ini anaknya" Anak mungil itu didorong ke ruang bayi, kuperhatikan anggota tubuhnya satu-persatu.

"Pak, tolong diperhatikan, anak bapak normal, kaki ada dua, jari kaki ada lima, jari tangan ada lima, kuping ada, langit-langit ada, dubur normal, ini ada tanda lahirnya tahi lalat di kakinya pak". Plong aku melihat semua itu, sampai-sampai aku melupakan ibunya yang masih terbaring diruang operasi.

"Suster, ibunya sehat?" tanyaku.. Waduh saya hanya menolong bayinya pak, coba tanya keruang operasi. "Ibunya sehat" sambut dokter menyalamiku.

Allahhuakbar, tanpa terasa aku meneteskan air mata, bersyukur akan kebesaranmu ya Allah. Ku cium anak mungil itu. Sambil menangis aku kumandangkan azdan dan qomat di telinganya.

Anak mungil itu, harta kami itu, kami beri nama Elang Arka. Pada hari ini kekayaan kami itu telah berusia satu tahu, lucu, imut, gemes, ngangennin. Semoga kelak akan menjadi anak yang soleh, berbakti pada orang tua, agama dan dunia nak, semoga. Sukses dan selamat nak, bapak dan ibumu selalu mendo'akanmu.

"One years ago"

Selasa, 29 Juli 2008

HOT SPOT

"Bu, maaf tunggu setengah jam lagi ya, karena dokternya masih rapat di atas belum lagi nanti harus dibaca dulu, mungkin 30 sampai 40 menit" Aku dikejutkan oleh teriakan seorang petugas laboratorium Patologi Anatomi Rumah Sakit Kanker Darmais Jakarta, saat saya dan istriku duduk dikursi menunggu hasil laboratorium Patologi Anatomi Ibu yang beberapa waktu yang lalu menjalani operasi teroid.

"Sreeet"... Sambil beringsut merubah posisi dudukku yang kurang nyaman, kutarik tas ransel yang selalu menemaniku kemana aku pergi. Kuambil laptopku.

Mendingan aku mengerjakan tugas kampusku yang belum juga selesai setelah terbengkalai hampir satu tahun, pikirku.. Ku buka laptopku,.. iseng-iseng ku "on" kan tombol wireless. Ternyata komputerku menangkap sinyal dari wireless walaupun kecil.. Aku jalan ke depan, ternyata di depan bertambah besar dan bisa digunakan browsing..

Memang beberapa fasilitas umum seperti rumah sakit beberapa tahun terakhir ini sudah mulai melakukan pembenahan diri, yang selama ini selalu mendapatkan raport merah dalam soal pelayanan. Biasanya pembenahan diawali dengan memberikan pelayanan kepada pelanggan dengan memberikan bantuan dan servis sebaik-baiknya oleh petugas.

Namun rupanya dengan adanya sub din penjaminan mutu di dinas kesehatan dan akreditasi terhadap rumah sakit. Beberapa rumah sakit besar telah menambah servis kapada pelanggannya dengan menambah beberapa sarana dan prasarana, baik untuk si sakit maupun untuk keluarganya.

Terbukti dibeberapa rumah sakit di Jakarta (salah satunya rumah sakit Darmais), memberikan layanan dengan memberikan fasilitas internet gratis (wireless) yang bisa dinikmati oleh seluruh pengunjung rumah sakit. Disamping dapat membantu pekerjaan para pengantar, pembesuk, bahkan pasien, juga dapat digunakan sebagai pengusir jemu sambil browsing seraya menunggu giliran antri dokter.

Konsultasi dengan dokter dirumah sakit ini memang membutuhkan waktu yang lama, satu pasien rata-rata memakan waktu 45 menit. Jadi kalo sudah dapat nomor antrian di atas 10 bisa dihitung berapa jam lagi kita harus bengong menunggu. Tapi itu bukti sebuah pelayanan, dimana seorang pasien diberikan waktu seluas-luasnya untuk mengkonsultasikan penyakit yang di deritanya.

Namun bagaimana dengan layanan laboratorium PA nya??? sudah satu jam lebih saya menunggu pak dokter membaca hasil laboratoriumnya juga belum selesai. Padahal dimasukin ke laboratorium sudah satu minggu yang lalu. Kok.. hari ini tinggal mengambil hasil masih harus menunggu beberapa jam lagi. Sebenarnya seberapa lama dokter harus membaca hasil laboratorium??? Kok harus menunggu satu minggu lebih satu jam...

Sayang, pelayanan dengan memberikan fasilitas wireless yang canggih telah ternoda dengan lamanya dokter membaca hasil laboratorium Patologi Anatomi. Seandainya membacanya lebih di percepat,,, gak bisa dibayangkan.. Sangat indah sekali pelayanan rumah sakit Darmais....

Semoga

Kamis, 24 Januari 2008

TERSINGKIRNYA SARANA PENDIDIKAN DARI DUNIA PENDIDIKAN

Kalau kita mendengar prasarana dan sarana pendidikan di Jakarta Pusat, langsung dibenak kita terlintas ada sebuah sekolah dengan fasilitas lengkap dan serba modern. Sebuah sekolah yang megah, lengkap dengan semua ruang / lokal yang dibutuhkan untuk proses belajar mengajar, fasilitas sarana dan prasarana yang canggih, bangku yang kondisinya bagus, papan tulis white board dan slide yang dilengkapi dengan proyektor yang canggih, berjejernya beberapa unit computer dengan akses internet yang cepat dengan operator yang kompeten. Termasuk didalamnya tenaga pendidik dan operator computer sebagai sumber daya manusia utama yang cerdas dan selalu mengikuti arus informasi.

Namun ternyata kondisi itu tidak semuanya seperti yang kita bayangkan. Usaha Pemerintah untuk menyediakan sarana dan prasarana pendidikan yang bertujuan sebagai sarana penunjang pendidikan dan peningkatan mutu serta meningkatkan perluasana akses memperoleh pendidikan ternyata tidak semua dapat digunakan sebagaimana mestinya. Di Jakarta Pusat terdapat 145 Sekolah Menengah Umum dan Kejuruan. Dari jumlah tersebut terdapat 27 sekolah negeri yang terdiri dari 13 Sekolah SMA negeri dan 14 Sekolah SMK Negeri, dan sisa dari jumlah tersebut atau sekitar 118 sekolah adalah SMA dan SMK Swasta. Pemerintah Daerah melalui Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi Provinsi DKI Jakarta Anggaran Belanja Tahun 2004 telah mengalokasikan dana / memberikan subsidi langsung kepada seluruh SMA dan SMK Negeri di Jakarta Pusat seperangkat unit computer lengkap dengan program aplikasi yang dapat menunjang program pembelajaran sekolah jarak jauh (ICT) dan sistem administrasi sekolah atau sering disebut dengan SAS. Namun dari hasil data survei lapangan bahwa ternyata baru 25 % dari sekolah yang diberikan fasilitas dan sarana lengkap tersebut yang mengoperasikan dan menggunakan dengan maksimal, dan 75 % lainnya sekolah yang mendapatkan bantuan subsidi perangkat keras dan lunak computer tersebut belum maksimal menggunakannya. Atau hanya sekitar 7 sekolah negeri yang baru dapat memfaatkan dengan benar atau sekitar 20 sekolah negeri lainnya masih belum dapat memanfaatkan dengan benar. Sehingga computer dengan perangkat software dan hardware yang canggih tersebut menjadi barang pajangan di pojok ruang sekolah karena tidak ada seorang guru atau siswapun yang menggunakannya.

RELOKASI SEKOLAH

Sarana dan prasarana pendidikan adalah merupakan sarana yang tidak berdiri sendiri di suatu wilayah. Sarana pendidikan tersebut pasti akan terkait, terpengaruh atau mempengaruhi fasilitas – fasilitas sarana prasarana non pendidikan yang lain secara spasial. Dalam membuat perencanaan sarana pendidikan di sebuah kota, dalam menentukan letak / lokasi sarana dan prasarana tersebut harus mempertimbangkan efisien, efektif dan dampak dari penentuan sebuah lokasi.

Selain itu dalam menentukan lokasi sarana pendidikan juga harus mempertimbangkan pengembangan wilayah, kedudukan lokasi sarana pendidikan terhadap sarana perkotaan lainnya, fasilitas pendukung , akses, transportasi dll. Lokasi suatu sarana pendidikan sangat erat kaitannya dengan lokasi sarana dan prasarana pendukung lainnya. Misalnya suply anak didik, akses, kondisi lingkungan, jalan dan tranportasi dll. Sangat diharapkan bahwa dalam menentukan sebuah lokasi sarana pendidikan haruslah berdaya guna dan berhasil guna serta mampu menampung seluruh kriteria ideal penentuan lokasi sebuah sarana pendidikan.

PROFIL KOTA

Kota adalah suatu wilayah yang memiliki ciri-ciri antara lain mata pencaharaian masyarakatnya sebagian besar bukan pertanian / non agraris. Sebuah kota tidak dapat dipandang hanya dari satu sisi, tetapi harus dilihat secara keseluruhan. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memandang sebuah kota / mengetahui profil kota, yaitu dari sisi fisik dan dari sisi non fisik. Dari sisi fisik antara lain dapat dipandang dari sisi posisi kota, batas-batas wilayah, topografi, pembagian wilayah, bentang alam / letak suatu lokasi kota di alam tersebut. Selain dari sisi non fisik, maka kondisi suatu kota dapat dilihat dari segi administatif yang meliputi jumlah penduduk sebagai dasar untuk mengklasifikasikan termasuk daerah perkotaan atau pedesaan, penduduk berdasarkan golongan usia, ekonomi base dan mata pencaharian terbesar penduduk tersebut.

Sedangkan untuk melihat akan menjadi apa kota tersebut nantinya, maka dapat dilihat dari rencana tata guna lahan dan Rencana Tata Ruang Wilayah yang disana dijelaskan secara detail tentang manfaat dan kegunaan dari semua lahan yang terbentang pada wilayah tersebut

PERENCANAAN PEMBANGUNAN PENDIDIKAN

embangunan pendidikan di wilayah kota Jakarta Selatan masih menghadapi berbagai permasalahan, baik sebagai akibat dari dampak krisis ekonomi dalam berbagai bidang kehidupan, maupun sebagai akibat perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Persoalan tersebut dikhawatirkan masih akan memberi dampak yang kurang menguntungkan terutama bagi upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di kota Jakarta Selatan. Dalam keadaan seperti itu, sistem pendidikan dituntut untuk menyiapkan SDM yang bermutu yaitu yang memiliki kemampuan bersaingan dengan wilayah lain. Dalam era persaingan global SDM Indonesia harus mampu menguasai keahlian yang terus berkembang dalam ilmu, teknologi dan seni, mampu bekerja secara profesional dan dapat belajar sepanjang hayat, serta mampu menghasilkan karya unggul yang dapat bersaing di pasar global.

1. Peran Serta Masyarakat dalam Undang-Undang Sisdiknas Nomor 20 tahun 2003

Dalam UU Sisdiknas di sebutkan bahwa peran serta masyarakat dalam pendidikan meliputi peran serta perseorangan, kelompok, keluarga, organisasi profesi, pengusaha dan organisasi kemasyarakatan. Masyarakat dapat berperan sebagai sumber, pelaksana, penyelenggaran, pengendalian mutu dan pengguna hasil pendidikan. Di dalam peningkatan mutu pendidikan masyarakat dapat berperan sebagai perencana, pengawas, dan evaluasi program pendidikan. Disamping masyarakat juga diberikan hak untuk menyelenggarakan pendidikan formal dan nonformal dengan mengembangkan dan melaksanakan kurikulum dan evaluasi pendidikan, serta manajemen pendanaannya sesuai dengan standar nasional pendidikan.

Di Indonesia peran serta masyarakat diwujudkan dengan dibentuknya Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah disamping lembaga – lembaga lain yang melakukan pendidikan formal maupun informal yang berbasis masyarakat. Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah dibentuk dengan tujuan untuk berperan dalam peningkatan mutu pelayanan pendidikan dengan memberikan pertimbangan, arahan dan dukungan tenaga, sarana dan prasarana serta pengawasan pendidikan.